Apa yang dimaksud Self-fulfilling Prophecy?

Self-Fulfilling Prophecy: Ketika Pikiran Menjadi Kenyataan

Self-fulfilling prophecy adalah fenomena psikologis di mana sebuah prediksi atau harapan tentang suatu kejadian akan cenderung menjadi kenyataan karena kita secara tidak sadar akan berperilaku sedemikian rupa sehingga prediksi itu terwujud. Sederhananya, kita menciptakan realitas kita sendiri berdasarkan apa yang kita yakini.

Bagaimana cara kerjanya?

  1. Membuat Ekspektasi: Kita memiliki keyakinan atau harapan tertentu tentang suatu situasi atau orang.
  2. Berperilaku Sesuai Ekspektasi: Kita kemudian bertindak berdasarkan ekspektasi tersebut, baik secara sadar maupun tidak sadar.
  3. Menerima Konfirmasi: Tindakan kita ini kemudian memunculkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi awal kita, seolah-olah mengkonfirmasi kebenaran dari keyakinan kita.

: A visual representation of the cycle: Expectation -> Behavior -> Outcome -> Reinforcement of Expectation.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:

  • Ujian: Jika seorang siswa yakin bahwa ia akan gagal dalam ujian, ia mungkin tidak akan belajar dengan sungguh-sungguh. Akibatnya, ia benar-benar gagal, mengkonfirmasi keyakinan awalnya.
  • Hubungan: Jika seseorang merasa pasangannya tidak mencintainya, ia mungkin akan bersikap dingin dan menjauh. Pasangannya pun akan merasa tidak dihargai dan akhirnya benar-benar menjauh.
  • Prestasi Kerja: Jika seorang atasan memiliki ekspektasi rendah terhadap seorang karyawan, ia mungkin tidak akan memberikan tugas yang menantang atau peluang pengembangan. Karyawan tersebut pun akan merasa tidak termotivasi dan kinerjanya menurun.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

  • Perhatian Selektif: Kita cenderung lebih memperhatikan informasi yang mendukung keyakinan kita, sementara mengabaikan informasi yang bertentangan.
  • Proyeksi: Kita sering memproyeksikan harapan dan ketakutan kita pada orang lain atau situasi.
  • Perilaku Non-verbal: Bahasa tubuh dan ekspresi wajah kita dapat mengirimkan sinyal yang kuat tentang ekspektasi kita, mempengaruhi perilaku orang lain.

Dampak Self-fulfilling Prophecy:

  • Positif: Dapat memotivasi seseorang untuk mencapai tujuannya.
  • Negatif: Dapat menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus, terutama jika ekspektasi yang dipegang adalah negatif.

Cara Mengatasi:

  • Sadari Ekspektasi: Identifikasi ekspektasi yang Anda miliki dan evaluasi apakah ekspektasi tersebut realistis.
  • Ubah Pola Pikir: Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif.
  • Tantang Diri Sendiri: Cari bukti yang bertentangan dengan ekspektasi negatif Anda.
  • Berinteraksi dengan Orang Lain: Berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki perspektif yang berbeda dapat membantu Anda melihat situasi dari sudut pandang yang baru.

Kesimpulan:

Self-fulfilling prophecy adalah sebuah fenomena yang menarik dan kompleks. Dengan memahami bagaimana cara kerjanya, kita dapat lebih sadar akan pikiran dan perilaku kita sendiri, serta bagaimana hal itu mempengaruhi kehidupan kita. Dengan demikian, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengubah pola pikir dan menciptakan realitas yang lebih positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Rizz dan Skibidi ?

Efek Peter: efek husnuzhon di kantor

Contoh Penerapan Maximum Likelihood Estimation (MLE)